Rabu, 11 November 2015

sistem infromasi psikologi (pertemuan 2)


Nama : Fitriah
Kelas : 4pa06
Npm 13512016

Komponen (Elemen Sistem)
a.      Definisi
Menurut Kusrini dan Koniyo (2007), komponen sistem adalah suatu sistem yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang saling bekerja sama membentuk suatu komponen sistem atau bagian-bagian dari sistem.
b.      Macam-macam
Menurut Kusrini dan Koniyo (2007), dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen sebagai berikut:
1)      Perangkat keras, mencakup berbagai peranti fisik yang berfungsi untuk memasukkan dan mengeluarkan data.
2)      Perangkat lunak, sekumpulan yang memungkinkan perangkat keras memproses data.
3)      Prosedur, sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data.
4)      Manusia, semua pihak yang bertanggungjawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi.
5)      Database, hubungan dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
6)      Jaringan komputer dan komunikasi data, sistem penghubung yang memungkinkan sumber dipakai secara bersama dan diakses oleh sejumlah pemakai.
Contoh:
Contoh sistem yang berhubungan dengan psikologi adalah tes psikologi yang menggunakan computer yaitu Intelligenz Structure Test (IST), dengan tahap :
a.       Input : berupa subtes yang diberikan, seperti satzerganzung, wortauswahl, analogien, dan lain-lain.
b.      Proses : berupa pengelolaan informasi yang dilakukan ketika mengerjakan subtes.
c.       Output : berupa respon yang diberikan setelah pengelolaan informasi.
d.      Tujuan : untuk mengetahui tingkat intelegensi seseorang
CBIS atau sistem informasi berbasis komputer
a.      Definisi
Menurut Fatta (2007) , istilah computer based information system sebenarnya mengacu pada sistem informasi yang di kembangkan berbasis teknologi komputer, yaitu : hardware, software, people, procedure, information.
Kemudian menurut Umar (2005), mengacu pada evolusi sistem informasi berbasiskan komputer yang tahapannya memperlihatkan perkembangan kemajuan teknologi sistem informasi sekaligus pemanfaatan orang-orang yang berkepentingan dalam perusahaan.
Jadi sistem informasi berbasis komputer adalah evolusi sistem informasi atau yang mengacu pada sistem infrmasi yang kemudian dikembangkan menjadi berbasis teknologi komputer.
b.      Sejarah
Sejarah ilmu computer dimulai jauh sebelum disiplin modern ilmu komputer  yang muncul pada abad ke-20, dan mengisyaratkan pada abad-abad sebelumnya. Perkembangan dari penemuan mekanik dan matematika teori terhadap konsep-konsep modern, mesin, membentuk bidang akademis utama dan dasar dari industri di selurih dunia besar.
Menurut , model sistem informasi berbasis komputer telah menadi pilihan yang terbaik dalam pengolahan data, khususnya untuk bidang bisnis.
Evolusi CBIS
Tahap pertama : Sistem informasi akuntansi (SIA)
       Menurut, aplikasi SIA menggunakan komputer hanya untuk pengolahan data perusahaan yang bersifat sederhana, di mana informasi untuk manajemen masih merupakan produk sampingan.
Tahap kedua : Sistem informasi manajemen (SIM)
       Menurut Umar (2005), konsep SIM menghendaki bahwa aplikasi komputer mempunyai tujuan utama untuk menyajikan informasi manajemen. SIM merupakan sumber daya organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok seseorang yang secara umum mewakili suatu unit organisasi.
Tahap ketiga : Sisem pendukung keputusan (SPK)
       Menurut Umar (2005), adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan untuk suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh seseorang serta pengambilan keputusan.
Tahap keempat : Sistem otomatis perkantoran (OA)
       Menurut Umar (2005), aplikasi OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik, seperi modem, faksimil, word-processing, e-mail, dan desktop publishing.
Tahap kelima : Sistem pakar (EO)
       Menurut Umar (2005), sistem pakar adalah sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam satu area fungsional. Contoh, sistem pakar dapat menyediakan sebagian bantuan yang sama seperti yang diberikan oleh seorang konsultan manajemen.
                                                                                            
Daftar pustaka :
Fatta, H. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: Andi Offset.
Kusrini., & Koniyo, A. (2007). Tuntutan praktis membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan Microsoft SQL server. Yogyakarta : Andi Offset.
Umar, H. (2005). Evaluasi kinerja perusahaan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Rabu, 14 Oktober 2015

sistem informasi psikologi (pertemuan 1)



Nama : Fitriah
Kelas : 4PA06
NPM : 13512016

1.     Sistem
Menurut Murdick dan Ross (dalam Fatta, 2007), mendefenisikan sistem sebagai suatu seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan yang lainnya untuk satu tujuan bersama. Mc Leod (dalam Fatta, 2007), juga mendefenisikan sistem sebagai sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut Scott (dalam Fatta, 2007) sistem terdiri dari unsur-unsur seperti masukan (input), pengolahan (processing), serta keluaran (output).
2.      Informasi
Menurut Kusrini dan Koniyo (2007), informasi adalah sebuah data yang sudah diolah menjadi bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi. Shannon dan Weaver (dalam Wiryanto 2004), juga mendefinisikan informasi adalah energi yang terpolakan, yang mempengaruhi individu dalam mengambil keputusan dari kemungkinan pilihan-pilihan yang ada.
3.      Psikologi
Ditinjau dari segi ilmu bahasa, kata psikologi berasal dari kata psyche artinya jiwa dan logos artinya ilmu pengetahuan. Jadi psikologi berarti ilmu pengetahauan tentang jiwa atau ilmu jiwa. Walaupun demikian istilah ilmu jiwa, dipergunakan dalam bahasa sehari-hari dan dianggap tidak ilmiah. Sedangkan psikologi bersifat scientific. “sekarang banyak orang menegaskan studi psikologi sebagai ilmu. Sartain, dkk (dalam Basuki, 2008). Morgan (dalam Basuki, 2008), menyatakan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan binatang.

Berdasarkan pengertian di atas mengenai sistem, informasi, psikologi dapat disimpulkan sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang dimaksudkan untuk mengolah dan menyimpan data mengenai suatu perilaku manusia yang terlihat maupun yang tidak terlihat secara langsung.

daftar pustaka :
Fatta, H. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: Andi Offset.

Kusrini., & Koniyo, A. (2007). Tuntutan praktis membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan Microsoft SQL server. Yogyakarta : Andi Offset.
Basuki, H. (2008). Psikologi umum. Jakarta : Gunadarma.
 

Rabu, 03 Juni 2015

Terapi Bermain


Nama : Fitriah
NPM : 13512016
Kelas : 3PA06

1.      Sejarah singkat perkembangan teori bermain
Bermain pada awalnya belum mendapat perhatian khusus dari para ahli jiwa, karena terbatasnya pengetahuan tentang psikologi perkembangan anak dan kurangmya perhatian mereka terhadap perkembangan anak. Salah satu tokoh yang dianggap berjasa untuk meletakkan dasar tentang bermain adalah seorang filsuf Yunani bernama Plato. Plato dianggap sebagai orang pertama yang menyadari dan melihat pentingnya nilai praktis dari bermain.
Bermain juga dapat digunakan oleh guru atau orang dewasa lainnya untuk membina hubungan dengan anak, karena selama bermain suasananya bebas maka anak merasa tidak takut-takut untuk bermain bersama. Hal ini sangat berguna untuk membantu membina hubungan dengan anak-anak yang sulit menyesuaikan diri, tapi perlu diingat agar suasana diciptakan sedemikian rupa sehingga anak tidak merasa dipaksa atau terpaksa. Kadang-kadang diperlukan beberapa kali pertemuan atau kegiatan bersama anak sampai anak merasa lebih bebas, relaks. Karena kegiatan bermain tidak akan muncul bila anak merasa asing dengan lingkungannya.

2.      Manfaat terapi bermain
Bermain dapat digunakan sebagai media psikoterapi atau “pengobatan” terhadap anak yang dikenal dengan sebutan terapi bermain. Bermain dapat digunakan sebagai media terapi karena selama bermain perilaku anak akan tampil lebih bebas, dan bermain adalah sesuatu yang secara alamiah sudah terberi pada seorang anak. Untuk melakukan terapi ini diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus dari ahli yang bersangkutan dan tidak boleh dilakukan dengan sembarangan.

Beberapa contoh kasus anak bermasalah yang memerlukan terapi:
  • Anak yang sulit bergaul; kurang percaya diri secara berlebihan sehingga menghambat  perkembangannya; anak yang tidak mau berbicara dengan orang      lain selain anggota keluarga yang terdekat.
  • Anak yang mempunyai kebiasaan mencabut rambutnya  sampai botak sebagian atau seluruhnya; menggigit kuku sampai luka-luka; menahan buang air besar, mengompol walaupun usianya sudah tiga tahun keatas; cemas atau phobia sekolah yang bisa ditandai dengan munculnya gangguan ketubuhan seperti mual, sakit perut, muntah-muntah menjelang pergi ke sekolah.
  • Anak yang agresif, suka menyerang orang lain. Agresivitas muncul karena gangguan emosional yang diderita anak. Mungkin anak diperlakukan terlalu keras oleh orang tuanya sehingga mudah marah , memberontak.
3.      Pemanfaatan bermain sebagai media intervensi

Bermain dapat digunakan untuk melatih kemampuan-kemampuan tertentu dan sering digunakan untuk  melatih konsentrasi atau pemusatan perhatian pada tugas tertentu, melatih konsep-konsep dasar seperti warna, ukuran, bentuk, arah, keruangan, melatih keterampilan motorik kasar, halus dan sebagainya.         
Intervensi dapat pula diberikan pada penderita autism yaitu anak yang mengalami gangguan perkembangan dengan hambatan dalam aspek bahasa, sosial, komunikasi, menunjukkan perilaku stereotip, diulang-ulang (menerism), minat yang sempit pada satu hal / objek. Dengan teknik-teknik perlu diusahakan agar anak mau berespon terhadap rangsangan-rangsangan yang diberikan, baik rangsangan suara, cahaya, gerakan dan sebagainya.
Kegiatan melatih kemampuan-kemampuan dasar terutama ditujukan untuk anak usia prasekolah. Melatih kemampuan dasar juga bermanfaat untuk diterapkan pada anak-anak yang mempunyai keterbelakangan mental; anal-anak yang mempunyai hambatan fisik-motorik karena penyakit yang pernah diderita seperti Celebral Palsy, radang otak, cacat mata, cacat pendengaran, dan sebagainya. Perlu dibuat persiapan dan rencana khusus untuk membuat program intervensi.
Semua kegiatan ini  dilakukan sambil bermain dan menggunakan alat-alat permainan tertentu sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Yang paling penting adalah pelaksanaannya harus menyenangkan dan menarik untuk anak sehingga ia akan melakukan dengan minat yang besar dan perasaan senang, tidak merasa terpaksa.

Sumber : Tedjasaputra, S, Mayke. (2001). Bermain, mainan, dan permainan untuk pendidikan usia dini. Jakarta: PT Grasindo.