Jumat, 27 Maret 2015

psikoterapi (tugas 2)



Nama : Fitriah
Kelas : 3PA06
NPM : 13512016
1.      Perbedaan antara psikoterapi dan konseling
Psikoterapi dan konseling memiliki banyak kesamaan dan sama-sama pula bertujuan mulia, yaitu untuk membantu orang lain. Keduanya mempunyai keterkaitan satu sama lain. Perbedaannya adalah:
1.      Konseling untuk orang yang memiliki gangguan kurang serius, sedangkan psikoterapi untuk orang yang sudah memiliki gangguan serius.
2.      Konseling lebih bersifat untuk pencegahan, sedangkan psikoterapi lebih bersifat untuk penyembuhan.
3.      Konseling lebih berorientasi pada kesadaran dan lebih bersifat pendidikan, sedangkan psikoterapi lebih berorientasi pada ketidaksadaran dan bersifat jangka panjang.
1.      Bentuk-bentuk utama dari terapi
1.      Terapi Supportive
Tujuannya memperkuat perilaku penyesuaian diri klien yang sudah baik, memberi dukungan psikologis, dan menghindari diri dari usaha untuk menggali apa yang ada dalam alam bawah sadar. Alasan penghindaran karena kalau di bongkar ketidaksadarannya, klien ini kemungkinan akan menjadi lebih parah dalam penyesuaian dirinya. Psikoterapi supportive biasanya dilakukan untuk memberikan dukungan pada klien untuk tetap bertahan menghadapi kesulitannya.
2.      Psikoterapi reeducative bertujuan untuk mengubah pikiran atau perasaan klien agar ia dapat berfungsi lebih efektif. Di sini terapis tidak hanya memberi dukungan, tetapi juga mengajak klien atau pasien untuk mengkaji ulang keyakinan klien, mendidik kembali, agar ia dapat menyesuaikan diri lebih baik setelah mempunyai pemahaman yang baru atas persoalannya. Terapis di sini tidak hanya membatasi diri membahas kesadaran saja, namun juga tidak terlalu menggali ketidaksadaran. Psikoterapi jenis redukatif ini biasanya terjadi dalam konseling.
3.      Reconstructive
Bertujuan untuk mengubah seluruh kepribadian pasien atau klien, dengan menggali ketidaksadaran klien, menganalisis mekanisme defensif yang patologis, memberi pemahaman akan adanya proses-proses tidak sadar, dan seterusnya. Psikoterapi jenis ini berkaitan dengan pendekatan psikoanalisis dan biasanya langsung intensif dalam waktu yang sangat lama. Pendekatan psikoanalisis dimaksudkan menimbulkan pemahaman pada klien tentang masalah-masalahnya, kemudian mendobrak untuk melakukan pemahaman selanjutnya dan meningkatkan pengendalian ego atas desakan id dan superego.

Sumber :
Gunarsa, D, Singgih. (2011). Konseling dan psikoterapi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Slamet, I,S, Suprapti & Sumarmo, M. (2008). Pengantar Psikologi Klinis. Jakarta : UI-Press.

Kamis, 19 Maret 2015

konseling dan psikoterapi ( tugas 1)



Nama : Fitriah
Kelas : 3PA06
NPM : 13512016

1.     Jelaskan pengertian dari psikoterapi!
Psikoterapi lebih dikenal sebagai usaha membantu atau menolong orang lain. Menurut wolberg (dalam Singgih, 2011) merumuskan psikoterapi sebagai suatu bentuk perawatan (atau perlakuan treatment) terhadap masalah yang timbul yang asalnya dari faktor emosi pada mana seseorang yang terlatih, dengan terencana mengadakan hubungan profesional dengan pasien dengan tujuan memindahkan, mengubah suatu simtom dan mencegah agar simtom tidak muncul pada seseorang yang terganggu pola perilakunya, untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi secara lebih positif.

2.     Jelaskan tujuan serta unsur-unsur dalam psikoterapi!
Menurut Wolberg (dalam Singgih, 2011) psikoterapi berhubungan dengan tujuan merekronstruksi kepribadian seseorang. Kemudian menurut Stefflre & Grant (dalam Singgih. 2011) pada psikoterapi tujuannya lebih sentral, tidak hanya memperhatikan saat sekarang, melainkan yang akan datang, jadi usaha untuk merubah struktur kepribadian yang mendasar. Jadi psikoterapi lebih singkatnya berhubungan dengan tujuan untuk penyembuhan.
Dalam psikoterapi, unsur-unsur aktif dalam pekerjaan reparasi emosional ini meliputi hubungan baik dan rasa percaya antara klien dan terapis yang bergerak bersama dengan baik serta terbukanya aliran emosi yang lebih bebas antara klien dengan terapis. Menurut Singgih (2004) telah melaporkan tujuh parameter pengaruh dasar yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi. Dalam hal ini termasuk peran sosial (martabat) psikoterapis, hubungan (persekutuan terapiutik), hak, retrospeksi, re-edukasi, rehabilitasi, resosialisasi, dan rekapitulasi. Unsur-unsur psikoterapiutik dapat dipilih untuk masing-masing pasien dan dimodifikasi dengan berlanjutnya terapi.


Sumber :
 Gunarsa, D, Singgih. (2004). Konseling dan psikoterapi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
 Gunarsa, D, Singgih. (2011). Konseling dan pskoterapi. Jakarta: Libri.